KETIKA KURINDU, KUPEJAMKAN MATAKU DAN KUMENGINGAT KENANGAN INDAH BERSAMAMU. JIKA SUDAH BEGITU, KENANGAN PAHIT TERHAPUS TANPA BEKAS. SEBAB RINDUKU MENYELIMUTI HATIKU
Jilbab
itu bukanlah kain yang dipakai menutupi kepala supaya disebut sebagai wanita
shalehah sementara ucapan dan tutur katanya tajam bagaikan duri yang
menyakitkan.
Jilbab
itu juga bukanlah selembar kain yang menutupi kepala namun perbuatan tidaklah
sesuai dengan perkataan
Saya
tidak banyak meminta atau mengajak. Sebab saya tidak mau berangan-angan. Yang saya
minta dan ajak adalah untuk hari ini saja.
Saya
mengajak agar berimanlah kamu, untuk satu hari ini saja. Berimanlah dengan iman
yang terbaik yang sanggup kita usahakan. Bukan kemarin, sebab kemarin itu bukan
kehidupan, hanya kenangan. Bukan pula esok, sebab esok bukan kehidupan, hanya
angan-angan. Jika kita beriman untuk satu hari ini saja, maka niscaya beban
menjadi lebih ringan, masalah berubah lebih terang, tujuan lebih terjangkau
kesanggupan. Yang telah lewat tak akan pernah kembali. Yang akan
datang juga tak pernah pasti. Bisa kita jumpai, tapi bisa juga kita keburu
mati. Sedang hari ini adalah kenyataan, kepastian, kesempatan, sejatinya kehidupan. Saat ini, detik ini, dan satu
tarikan nafas ini dan inilah hakiki.
Sering
kamu bertanya di setiap kali kita berbicara tanpa tatap muka.
MENGAPA
KAU MENCINTAIKU?
Maka
jawabku adalah ini. Kalau kukatakan
karena agamamu, itu suatu kebohongan besar, sebab kutakpernah tahu kualitas dan
kuantitas ibadahmu. Kalau kukatakan karena kecantikanmu, maka itu sama dengan
penipuan, sebab kutak pernah bertemu kamu dan melihat wajahmu. Kalau kukatakan
karena hartamu, aku juga tak tahu dimana rumahmu dan bagaimana kehidupanmu. Kalau
kukatakan karena nasabmu, maka bapakmu, ibumu, beserta nenek moyangmu saja aku
tak tahu siapa mereka. Kalau kukatakan karena tulisanmu di statusmu, maka aku
juga bisa membuat yang seperti itu bahkan mungkin bisa lebih baik lagi walaupun
tulisanku itu tidak sepenuhnya mencerminkan siapa diriku.
Tak
semua harapan harus terwujud seperti yang diinginkan, Sebab jika harapan harus
terwujud maka tak ada yang namanya kesabaran
Tak semua
impian harus menjadi nyata, sebab jika semua impian harus nyata, maka tak ada
kata kebahagiaan sebab kebahagiaan dapat dipahami maknanya melalui kekecewaan
Ketika
kita melihat seseorang bersedih, bergembira, berbahagia, dan segala yang terungkap
darinya, percayalah bahwa terkadang semua yang terlihat itu pada hakikatnya
bukanlah seperti itu. Boleh jadi itu adalah kamuflasenya dia untuk menutupi
sesuatu yang tidak pantas menurutnya untuk dibuka. Kita juga sering begitu. Untuk
menutupi kesedihan kita terkadang kita tersenyum dan tertawa walau senyum dan
tawa itu terasa hambar. Sebab, lebih mudah bagi kita untuk menutupi kesedihan,
penderitaan, kesengsaraan di hati dengan senyuman, canda dan tawa. Namun,
sangatlah sulit untuk menutupi kebahagiaan kita dengan ekspresi wajah yang
sedih dan menestapakan. Mengapa demikian?
JODOHKU ITU PASTI ADA,
WALAU ITU BUKAN KAMU, TAPI CINTAKU PADAMU ITU ADALAH BONUS DARI ALLAH YANG
PATUT KUSYUKURI
--------------------------------- Manusia
memiliki hari-hari tersendiri disetiap hidupnya, dimana manusia itu lahir,
belajar merangkak, berjalan hingga berlari. Selanjutnya manusia menemui hari
dimana ia jatuh, bangun, sakit, tertawa, menangis, kesepian, kedamaian, sukses, gagal, penderitaan dan semua itu dilalui selama
hari-hari kehidupannya. Termasuk KETIKA MANUSIA MENEMUKAN PASANGAN HIDUPNYA.
Aku tak mengerti mengapa aku merindumu
Mencemaskanmu dalam setiap deret waktu
Meraba imajinasiku untuk menerka
Apa yang kau lakukan
Berharap kau sedikit membayangkanku
Waktu adalah seluruh rangkaian saat
ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini,
skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa
merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Cara pandang terhadap waktu bukan
hanya sekedar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar
tanpa henti dan menunggu komando dari setiap orang, namun waktu lebih dilihat
sebagai kesempatan yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada hentinya.
Aku
malu mengatakan kumencintai-Mu ya Allah, sebab kusadar bahwa cintaku pada-Mu
masih tercecer berkeping-keping entah kemana tersembunyi di antara kemaksiatan
yang kulakukan.
Aku
malu mengatakan aku merindukan-Mu ya Allah, sebab ku tahu kerinduanku pada
dunia ini menjadikan rinduku pada-Mu bertebaran helai demi helai entah kemana
terbangnya.
Penderitaan
mengungkapkan kelemahan-kelemahan kita. Penderitaan merobek topeng kecukupan
diri dan mengungkapkan ketidak berdayaan kita. Kadang kita merasa bahwa diri
kita baik-baik saja. Kuat dan mampu melakukan banyak hal. Padahal kita tidaklah
demikian.
Melalui penderitaan, kita bisa melihat diri kita yang sebenarnya. Bahwa kita
ini lemah tak berdaya. Bahwa kita ini sebenarnya bukannya tak terkalahkan. Seandainya
kita bahagia terus, tidak pernah merasakan yang namanya penderitaan, mungkin kita
akan bisa melihat siapa diri kita yang sebenarnya.