Bismillahirrahmanirrahiim
KETIKA KURINDU, KUPEJAMKAN MATAKU DAN KUMENGINGAT KENANGAN INDAH BERSAMAMU. JIKA SUDAH BEGITU, KENANGAN PAHIT TERHAPUS TANPA BEKAS. SEBAB RINDUKU MENYELIMUTI HATIKU
Minggu, 03 Juni 2012
CINTA YANG MENGUAP
Sabtu, 02 Juni 2012
KOPI DAN GELAS
Bismillahirrahmanirrahiim
Realita
kehidupan manusia seperti Kopi dan Gelas. Saat ingin meneguk kopi, kita
disibukkan dengan memilih satu gelas dari sekian banyak pilihan gelas yang
corak dan ragamnya berbeda yang terbuat dari beraneka bahan, beraneka warna dan
bentuk. Ada yang dari porselin, kaca, melamin, kertas dan juga plastik. Ada yg
warna putih, putih bening, coklat, merah dan abu-abu. Ada yg berbentuk bulat
tinggi dan berbentuk standar. Melihat bentuk, bahan dan warna tentu ada yang
berharga mahal, sedang, murah dan bahkan gratis dari hadiah sebuah produk.
BERKATALAH JUJUR
Bismillahirrahmanirrahiim
Ada
ungkapan “Berkatalah jujur walau jujur itu terkadang menyakitkan”. Yang jadi
masalah berikutnya adalah, menyakitkan itu untuk siapa? Kemungkinan pertama,
berkatalah jujur walau terkadang jujur itu menyakitkan bagi yang mendengar,
atau kemungkinan kedua, berkatalah jujur walau terkadang jujur itu menyakitkan
dirimu yang berkata jujur.
Kalimat
pertama, kita dianjurkan jujur tapi menyakiti orang lain. Ini jelas
bertentangan dengan moral dan akhlak dalam masyarakat, bukankah kita harus
menjaga perasaan orang lain, jangan sampai kita menyakiti perasaannya. Jujur
memang perlu, tapi tidak boleh menyakiti orang lain.
HUKUM KEBAHAGIAAN
Bismillahirrahmanirrahiim
Jangan
berharap orang lain yang akan membuat kita bahagia. Tetapi buatlah orang lain
bahagia terlebih dahulu. Dengan demikian Allah akan melimpahkan kebahagiaan
buat kita.
Semakin
kita bisa membahagiakan orang lain, maka dipastikan Allah akan semakin
melimpahkan kebahagiaan bagi kita. Demikian hukum kebahagiaan itu. Kalau kita
selalu berharap dan menunggu datangnya kebahagiaan itu dari orang lain. Pada
akhirnya, bukan kebahagiaan yang akan datang. Tetapi kekecewaan yang mendalam.
Sebab
itu, daripada menunggu dalam ketidakpastian dan kesia-siaan. Lebih baik kita
mulai dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain dengan cara yang bisa
kita lakukan saat ini.
KEJUJURAN ITU DARI HATI
Bismillahirrahmanirrahiim
Kejujuran itu penting lho untuk menggapai
kebahagiaan. Tetapi kejujuran yang bagaimana? Kejujuran yang datangnya dari
hati itulah yang hakiki dan bukan karena emosi sesaat atau terdesak karena
sebuah pilihan. Lihatlah isi hati, katakan apa isinya. Maka hati akan jernih
dan suci. Hati yang seperti itu akan memancar dalam kehidupan kita.
Jika kejujuran datangnya dari hati, maka insya-Allah dampaknya tidak akan menyakitkan dan tidak menimbulkan keraguan bagi orang lain. Orang akan menjadi yakin se yakin yakinnya dan kamu akan dimuliakan dan dihormati baik oleh Allah apalagi oleh sesama.
Jangan Manyuunnn Ya...!!!
Jika kejujuran datangnya dari hati, maka insya-Allah dampaknya tidak akan menyakitkan dan tidak menimbulkan keraguan bagi orang lain. Orang akan menjadi yakin se yakin yakinnya dan kamu akan dimuliakan dan dihormati baik oleh Allah apalagi oleh sesama.
Jangan Manyuunnn Ya...!!!
BERBICARALAH DENGAN HATI
Bismillahirrahmanirrahiim
Kita tidak berbicara tentang cinta
kita kepada Allah, karena cinta kita kepada Allah itu tidak perlu dibicarakan.
Sebab jika cinta kita kepada Allah kita umbar kepada sesama itu namanya pamer.
Sebab belum tentu hati kita seperti kata-kata kita. Berhati-hatilah sebab Allah
Maha Tahu Segala Isi di hati. Lebih baik, cukuplah Allah yang tahu betapa kita
mencintai-Nya seraya cinta kita kepada-Nya itu kita buktikan dengan hati dan
tindakan kita sehari-hari.
Kita berbicara tentang cinta kepada
sesama manusia yang dilandasi untuk mencari ridho-Nya. Janganlah disamakan
antara cinta kepada sesama dengan cinta kepada Allah, sebab itu adalah
sangat-sangat tidak baik. Kita berbicara tentang cinta yang fitrah yang
dianugerahi Allah untuk kita.
BUKAN SAATNYA UNTUK BERKILAH
Bismillahirrahmanirrahiim
Bukan
saatnya untuk berkilah, apalagi sekedar membantah. Berikan sedikit
kepastian yang akan membuatku merasa nyaman, dan tidurku sedikit nyenyak. Bukan
sekedar mimpi, boleh jadi. Bukan sekedar khayalan, barangkali.
Sedikit
kepastian, barangkali bukan hal yang cukup sulit. Yang bakal membuatku merasa
nyaman, dan tidurku agak sedikit lelap. Dibandingkan beberapa hari yang lalu.
Tak mudah, memang. Tapi belajarlah berempati, mulailah belajar bertenggang
rasa. Sedikit peka dengan perasaan orang lain. Barangkali tak ada
salahnya.
MENYAMBANGI HATI
Bismillahirrahmanirrahiim
Ketika
hati sudah terlalu jauh melangkah kearah yang tidak tentu,kegersangan pun kian
menyeruak didalam sanubari. Jalan hidup yang tak tentu ke arah mana melangkah,
ikhtiar yang mulai melelahkan. Maka jangan terlalu jauh hati ini melangkah
kearah yang tidak direstui oleh Rabb. Jalan hidup yang tak tentu kearah mana
melangkah harus selalu dibarengi dengan ikhtiar usaha untuk meluruskannya.
Keinginan
yang tidak ada batasannya, kegalauan yang tak tentu sebabnya hanyalah salah
satu dari syahwat yang sebaiknya diredam menjadi buliran-buliran bermakna dalam
hidup.
INI NAMANYA PEDE
Bismillahirrahmanirrahiim
Percaya
diri alias Pede adalah kondisi mental seseorang. Orang bisa pede menawarkan
sesuatu di depan umum karena menguasai bahannya. Orang bisa pede menyampaikan
pendapatannya di depan umum karena menguasai materinya. Orang bisa pede dengan
masa depannya karena kemapanannya.
Kebalikannya,
tidak akan pede menawarkan kalau tidak yakin, tidak pede berpendapat kalau
tidak siap materi. Begitu juga kalau penghasilannya minim atau penghasilannya
lebih tipis dibandingkan dengan ongkos hidup, apalagi tidak punya penghasilan,
jangankan punya si pede, punya sedikit asa juga lumayan. Rata - rata kebanyakan
yang demikian itu hidupnya diatas cengkraman minder, bukan diatas sikap rendah
diri tapi merasa rendah diri.
RANCANGAN ALLAH
Bismillahirrahmanirrahiim
Jika
aku dan kamu sama-sama berdo’a dan meminta agar suatu saat nanti kita akan
berlabuh dalam tali pernikahan. Akan tetapi ternyata Allah menjawab “TIDAK”.
Lantaskah kita harus marah dan merasa kalah? Apakah kita harus tidak berterima?
Haruskan kita kecewa?
Sebagian
kita boleh jadi akan menjawab, “IYA” aku marah, aku kalah, aku tak terima dan
aku kecewa sebab ternyata dia bukan jodohku. Sebab akulah yang pantas untuk
menikah dengannya dan bukan DIA. Kita mencoba seolah-olah kitalah penentu.
Ke”Aku”an ini berlaku dalam setiap kondisi.
Langganan:
Postingan (Atom)









